Anggaran Minim Tak Jadi Penghalang, Pemdes Pungguk Lalang Sukses Gelar Sertifikasi Titik Nol Pembangunan 2026

Update78 Dilihat

​MNTV – REJANG LEBONG | Pemerintah Desa (Pemdes) Pungguk Lalang, Kecamatan Curup Selatan, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, kembali membuktikan komitmennya dalam membangun desa. Pada Selasa (14/07/2026), jajaran pemerintah desa bersama lintas sektor sukses melaksanakan kegiatan penentuan titik nol tanda dimulainya pembangunan fisik desa tahun anggaran 2026.

​Kegiatan rutin tahunan ini dilaksanakan demi mematuhi acuan dan regulasi yang telah ditetapkan oleh Kementerian Desa (Kemendes). Hadir dalam acara tersebut Pelaksana Tugas (Plt.) Camat Curup Selatan, Starmohon, beserta jajaran, Babinsa, Bhabinkamtibmas, pendamping desa, tenaga ahli, serta tokoh masyarakat setempat.

​Tetap Maksimal di Tengah Efisiensi Anggaran

​Meskipun kegiatan pembangunan tetap berjalan, tantangan berat membayangi pemerintah desa tahun ini. Kepala Desa Pungguk Lalang, Usman Heri, mengungkapkan bahwa saat ini kondisi keuangan desa sangat terbatas akibat adanya kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang dialokasikan kepada konsep desa merah putih.

​”Namun, keterbatasan dana ini tidak boleh menyurutkan semangat kita. Kami tetap berkomitmen mengikuti aturan yang berlaku dan melaksanakan pembangunan semaksimal mungkin demi kemaslahatan masyarakat desa,” ujar Usman Heri saat memberikan keterangan di Balai Desa Pungguk Lalang.

​Apresiasi untuk Sinergi Jurnalis dan Abdi Desa

​Keterbatasan anggaran ini rupanya juga berdampak pada sektor publikasi. Kades Usman Heri secara jujur dan terbuka memohon maaf kepada rekan-rekan media yang hadir meliput. Ia menjelaskan bahwa minimnya anggaran desa saat ini membuat pihak pemdes tidak dapat mengalokasikan dana publikasi media secara layak, melainkan hanya mampu sekadar membantu biaya operasional sekadarnya (uang makan, minyak, dan rokok).

​”Ini bukanlah kemauan kami para kepala desa di Kabupaten Rejang Lebong, melainkan fakta kondisi anggaran yang sangat minim saat ini,” jelasnya.

​Kendati demikian, Usman Heri mengajak semua pihak—baik perangkat desa, lembaga desa, maupun para jurnalis—untuk tidak berkecil hati. Ia menekankan bahwa tugas yang diemban oleh seluruh elemen saat ini adalah bagian dari amanah profesi dan pengabdian.

​”Siapa tahu ke depan pemerintah pusat akan mengevaluasi dan mengembalikan sistem anggaran pembangunan desa seperti sediakala. Yang terpenting saat ini, sebagai abdi desa, kami akan bekerja sekuat tenaga agar setiap program yang terealisasi memberikan manfaat nyata bagi warga,” tutup Usman Heri optimis.

​Acara penentuan titik nol berjalan dengan lancar, kondusif, dan penuh rasa kebersamaan antar-instansi serta masyarakat sekitar.

​Reporter MNTV: Iskandar