MUSI RAWAS, SUMSEL – Menyongsong kepemimpinan daerah masa depan, harapan besar diletakkan di pundak calon pemimpin Kabupaten Musi Rawas untuk periode 2030-2035. Praktisi hukum dan akademisi senior, Dr. Sambas, S.IP., S.H., M.H., secara terbuka menyampaikan tiga poin krusial yang dinilainya harus menjadi prioritas utama Bupati Musi Rawas terpilih nantinya.
Menurut Dr. Sambas, ketiga poin tersebut merupakan esensi dari aspirasi masyarakat bawah yang selama ini dinilai belum terselesaikan secara maksimal. Pemimpin masa depan dituntut berani dan taktis dalam mengambil kebijakan demi kesejahteraan warga Musi Rawas.
”Tiga hal ini menyangkut infrastruktur vital, keadilan agraria, dan urat nadi perekonomian daerah. Bupati ke depan tidak boleh lagi menunda-nunda penuntasannya,” tegas Dr. Sambas saat diwawancarai, Rabu (15/7/2026).
Adapun tiga program prioritas yang didesak oleh Dr. Sambas untuk segera dituntaskan antara lain:
1. Percepatan Pembangunan Jalan Muara Beliti – Sekayu
Akses jalan yang menghubungkan pusat pemerintahan Kabupaten Musi Rawas di Muara Beliti menuju Sekayu (Muba) dinilai mendesak. Dr. Sambas menyebut percepatan konektivitas ini akan memangkas waktu tempuh, menekan biaya logistik, dan otomatis menghidupkan sektor ekonomi makro di sepanjang jalur tersebut.
2. Penyelesaian Sengketa Lahan Perkebunan Sawit
Konflik agraria antara masyarakat lokal dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit hingga kini masih menjadi bom waktu yang tak kunjung tuntas. Dr. Sambas yang juga seorang pengacara ini mendesak bupati periode 2030-2035 untuk hadir sebagai penengah yang tegas, menjamin hak-hak masyarakat, dan memberikan kepastian hukum yang jelas bagi kedua belah pihak.
3. Revitalisasi BUMD yang “Mati Suri” untuk Lapangan Kerja Baru
Kondisi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Musi Rawas saat ini dinilai memprihatinkan dan terkesan mati suri. Dr. Sambas berharap bupati masa depan melakukan reformasi total pada sektor ini. Dengan mengaktifkan kembali BUMD lewat manajemen yang profesional, pemerintah daerah dinilai mampu menciptakan lapangan kerja baru yang masif bagi putra-putri daerah.
Menutup keterangannya, Dr. Sambas menegaskan bahwa komitmen politik dari calon kepala daerah periode 2030-2035 akan diuji dari bagaimana mereka merespons tiga isu fundamental ini.
”Masyarakat Musi Rawas butuh aksi nyata, bukan sekadar janji politik di atas kertas,” pungkasnya.
Liputan/Penulis : Binsar Siadari












