LUBUKLINGGAU, SUMATERA SELATAN – MNTV |
Program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi angin segar bagi kesehatan anak sekolah, justru menuai polemik di Kota Lubuklinggau. Hari ini, Kamis (12/3/2026), paket makanan yang dibagikan di SD 60 Siring Agung, Kecamatan Lubuklinggau Selatan 2, memicu protes dari kalangan orang tua murid.
Informasi yang dihimpun dari salah seorang orang tua murid kepada awak media mengungkapkan kekecewaan mendalam terkait kualitas dan kuantitas makanan yang diterima anak-anak mereka. Menu yang dibagikan terpantau sangat minim, hanya terdiri dari satu buah pisang, tiga potong tahu, dan satu butir telur.
Kepada awak media, salah satu orang tua murid yang enggan disebutkan namanya mempertanyakan standar kecukupan gizi dalam paket tersebut. Ketiadaan nasi sebagai sumber karbohidrat utama dan sayur-mayur sebagai sumber serat menjadi sorotan utama.
”Kami sangat kecewa. Katanya program makan bergizi, tapi kenyataannya cuma dapat telur, tahu, dan pisang. Anak-anak butuh tenaga untuk belajar sampai siang. Kalau menunya seperti ini, apakah sudah sesuai dengan standar anggaran yang ditetapkan pemerintah?” keluhnya dengan nada kesal.
Secara medis, pertumbuhan anak usia sekolah membutuhkan keseimbangan antara karbohidrat, protein hewani, protein nabati, serat, dan mineral. Menu yang disajikan di SD 60 Siring Agung dinilai tidak memenuhi kriteria “Isi Piringku” yang dikampanyekan pemerintah selama ini.
Munculnya menu yang dianggap “minimalis” ini menimbulkan kecurigaan terkait adanya pemangkasan kualitas oleh pihak penyedia (vendor) atau kurangnya pengawasan dari Dinas terkait di Kota Lubuklinggau. Masyarakat mendesak agar pihak sekolah dan koordinator MBG Kecamatan Lubuklinggau Selatan 2 segera memberikan klarifikasi terbuka.
Hingga berita ini dimuat, tim media masih berupaya menghubungi pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Kota Lubuklinggau untuk mengonfirmasi apakah menu tersebut merupakan standar resmi atau terdapat kendala teknis dalam penyaluran hari ini.
Penulis/Liputan : Binsar Siadari












