15 Tahun Tanpa Sentuhan Aspal, Jalan Vital Penghubung 8 Desa di Kepahiang Rusak Parah

Update152 Dilihat

KEPAHIANG, BENGKULU – MNTV.com |

Infrastruktur jalan yang memadai merupakan urat nadi perekonomian masyarakat. Namun, hal ini tidak dirasakan oleh sekitar 600 Kepala Keluarga (KK) yang tergabung dalam Kelompok Tani Genting Surian, Kabupaten Kepahiang. Jalan sepanjang kurang lebih 3.200 meter dengan lebar 6 meter yang menghubungkan Kecamatan Ujan Mas dan Kecamatan Merigi kini dalam kondisi rusak berat.

​Jalan Genting Surian merupakan akses vital bagi petani dari delapan desa, di antaranya Desa Lubuk Penyamun, Tabamulan, Kelurahan Durian Depun, Pologoto Baru, Pulogeto Lama, Bumisari, Meranti Jaya, hingga Desa Cugung Lalang. Jalan ini membentang dari Desa Cugung Lalang menembus Desa Lubuk Penyamun hingga berbatasan dengan wilayah Hulu Tebat Ban, Kabupaten Rejang Lebong.

​Saat dikonfirmasi oleh awak media MNTV.com di lokasi pada Senin (15/12), Ketua Kelompok Tani Genting Surian, R. Sumantri, mengungkapkan kekecewaannya. Ia menyebutkan bahwa jalan ini terakhir kali mendapatkan sentuhan pembangunan pada tahun 2010 silam, di masa pemerintahan Bupati Bando Amin.

​”Sejak tahun 2010 jalan ini dibangun lapen, sampai sekarang tidak pernah lagi ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten Kepahiang. Padahal ini jalan vital untuk mengeluarkan hasil panen kami,” ujar R. Sumantri.

​Kondisi jalan yang hancur membuat biaya angkut hasil bumi membengkak dan menghambat kesejahteraan masyarakat di lahan pertanian seluas 600 hektar tersebut. Padahal, pihak kelompok tani mengaku sudah berulang kali mengajukan usulan perbaikan ke Dinas PUPR Bidang Bina Marga Kabupaten Kepahiang, namun hingga kini anggaran pembangunan tak kunjung terealisasi.

​Masyarakat kini menaruh harapan besar kepada para wakil rakyat di DPRD Kabupaten Kepahiang, khususnya yang berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) Merigi dan Ujan Mas. Mereka meminta agar aspirasi ini diperjuangkan dalam pengesahan anggaran mendatang.

​”Jika pemerintah benar-benar ingin menyejahterakan rakyat, jalan ini layak dibangun seperti desa lainnya. Kami mohon kepada Bapak anggota DPRD dan Pemerintah Daerah untuk segera bertindak,” tambah Sumantri.

​Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu kepastian dari pemerintah daerah agar akses transportasi menuju lahan pertanian mereka segera diperbaiki demi kelancaran ekonomi warga.

​Reporter MNTV : Iskandar